Kembali kepada masalah bp Mustofa, mengingat dia perlu perawatan terhadap kakinya dan sering kontrol ke rumah sakit, itupun sering diundur dengan alasan belum ada ambulan untuk mengantar dan setelah kontrol sering diomelin pendiri yayasan bahwa beliau harus menjaga pola makan dan pendiri yayasan selalu berkata, " Bahwa yayasan Benyak keluar biaya dalam merawat beliau berulang kali".
Akhirnya p Mustofa merasa tidak tahan dan merasa bahwa dirinya justru tidak terlalu membebani karena ada BPJS gratis dan bantuan uang zakat setiap bulannya dipotong oleh yayasan serta setiap kali pergi dengan ambulan di photo untuk di Carikan donasi dan dengan berat hati menyatakan ingin keluar dari panti jompo tersebut di samping masalah lainnya.
Demikian pula saya yang bersikap ingin selalu mengingatkan pihak yayasan dalam memperjuangkan para lansia tentang pelayanan yang kurang baik dalam menu makanan dan penanganan kesehatan justru dianggap membahayakan mereka dan akhirnya saya juga menyatakan keluar.
Demikian juga ada pula lansia yang ikut serta keluar dan beberapa orang yang masih didalam sana juga ingin keluar namun tidak berdaya. Banyak persoalan lain di dalam yayasan tersebut yang membuat mereka berontak karena akhirnya menyadari bahwa kesannya para penghuni lansia hanya di jadikan exploitasi untuk menggalang donasi guna kepentingan menguasai aset-aset dan mencari nama belaka.
Selesai










0 Comments:
Posting Komentar