Setelah tertidur lelap dan terbangun di pagi hari, ada perasaan bersalah, penyesalan, sakit hati, dendam, marah, putus asa, semua energi negatif berkecamuk dalam pikirannya.
Namun begitu sadar, dia harus melangkah. Dengan langkah gontai, perlahan dan pasti meninggalkan stasiun Pemalang Jawa Tengah berharap sementara bisa melupakan beberapa kejadian yang memilukannya.
Berjuang untuk bertahan hidup dan berdoa semoga Allah memberikan ampunan serta memberikan rizki lebih agar nantinya bisa dapat mengambil lagi anak kecilnya yang masih balita.
Hari demi hari dilalui hidup di jalanan, dengan bekerja mencari botol plastik, kardus, potongan besi yang setiap harinya dijual kepada pengepul dan dipergunakan untuk bisa sekedar makan.










0 Comments:
Posting Komentar