Saat p Mustofa terbangun karena suara keras dan colekan tangan petugas, dengan kesadaran yang baru pulih maka diambil anaknya yang sudah dalam dekapan sang petugas kereta api dengan ucapan terima kasih dan memohon maaf.
Petugas keamanan kereta api pun menghardik sambil menodongkan senjata apinya dan berkata, " Bapak macam apa kamu, bawa anak kecil di kereta api angkutan minyak tanpa izin dan itu dilarang, bagaimana kalau seandainya anakmu mati terjatuh dari kereta ini".
Siapa yang akan disalahkan, kami sebagai petugas keamanan ikut disalahkan dan bertanggung jawab, kamu harus turun di stasiun berikutnya, "ujar petugas ".
Kembali pak Mustofa menghela napas panjang atas kejadian tersebut dan beliau sudah tak mampu lagi berpikir. Hanya keadaan yang harus dihadapinya dan benar atau salah tak mampu lagi di pahaminya.










0 Comments:
Posting Komentar