Jumat, 17 November 2023

Bantu BP Mustofa menemukan anaknya

 Saat ini saya berusaha untuk membantu para lansia yang justru merasa tidak diperlakukan sebagaimana mestinya di dalam panti jompo dan khususnya akan berusaha mencari anak BP Mustofa yang hilang saat usia masih 1,5 th dan sekarang sudah dewasa karena sudah 19 tahun berlalu. 

Dari cerita kisah nyata beliau sangat menyentuh hati kita semua, seorang anak yang diperkirakan usia 21 tahun tidak pernah tahu keberadaan kedua orang tuanya. Untuk itu sudilah kiranya bapak/ibu/saudara ikut membantu dengan berdonasi sukarela dan kami laporkan secara terbuka penggunaannya dan berharap bantuan doanya agar kami dapat melacak perjalanan BP Mustofa dahulu sesuai yang diceritakan.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim dan kami ucapkan terimakasih atas donasinya, semoga amal baik dan amal sodaqoh bapak/ibu/saudara dapat mempertemukan kembali anak yang hilang tersebut kepada kedua orang tuanya.

Share:

Peringatan bagi para donasi dalam membantu yayasan sosial.

Sekarang banyak tumbuh fenomena pendirian yayasan sosial yang bergerak mendirikan panti asuhan dan panti jompo secara gratis. Bahkan mereka tidak memperhitungkan sumber daya manusia dan manajemen bahkan mereka terus bergerak membuat rumah singgah, ambulan gratis dan semua itu hanya berusaha mencari simpati belaka. Agar penggalangan donasi semakin meningkat. Sedangkan obyek manusia yang dikumpulkan tidak dilayani atau direhabilitasi sesuai aturan yang ada.

Bahkan kecenderungan, mereka bisa membeli atau mengumpulkan aset baik berupa tanah dan gedung yang penggunaannya tidak diketahui oleh para donasi. Hal ini disebabkan pemerintah lewat kemensos tidak melakukan pengawasan dan memberikan aturan yang ketat serta sanksi yang keras apabila ada yayasan yang melanggar.

Bagi yayasan yang bermasalah cenderung melakukan exploitasi dan pencucian uang karena kurang ketat dan tegasnya pengawasan yang dilakukan Kemensos.

Yayasan sosial sekarang sudah sangat pandai memanfaatkan kelemahan pemerintah, dia bangun sarana dan prasarana yang megah, namun pada dasarnya hanya untuk mengelabui saja.

Harusnya pemerintah mewajibkan semua yayasan sosial yang menggalang dana dari masyarakat harus dan wajib diaudit laporan keuangannya, juga wajib penggalangan donasi dilaporkan secara terbuka melalui website. Sehingga hal demikian dapat meminimalisir  penyalah gunaan serta melindungi para pendonasi dan obyek manusia yang ditampung di dalam yayasan tersebut.

Saya menyaksikan dan mengalami ketimpangan- ketimpangan tersebut bahkan karena kurangnya pelayanan atas obyek manusia yang dikumpulkan, mereka meninggal dunia bisa 12 orang dalam setahun karena sakit dan sebagian besar tidak tersentuh rujukan kerumah sakit.

Untuk itu saya menghimbau kepada masyarakat agar hati-hati dan tidak silau atas bangunan fisik sarana dan prasarana yayasan, perhatikan betul profil dan pendiri yayasan, kemudian apakah penggalangan donasi itu terbuka pelaporan pemasukan dan penggunaannya, agar donasi anda benar - benar sesuai yang anda harapkan bukan sebaliknya.


Share:

Kamis, 16 November 2023

Akhirnya beberapa orang lansia keluar dari yayasan karena merasa banyak ketimpangan didalamnya (selesai)

Kembali kepada masalah bp Mustofa, mengingat dia perlu perawatan terhadap kakinya dan sering kontrol ke rumah sakit, itupun sering diundur dengan alasan belum ada ambulan untuk mengantar dan setelah kontrol sering diomelin pendiri yayasan bahwa beliau harus menjaga pola makan dan pendiri yayasan selalu berkata, " Bahwa yayasan Benyak keluar biaya dalam merawat beliau berulang kali".

Akhirnya p Mustofa merasa tidak tahan dan merasa bahwa dirinya justru tidak terlalu membebani karena ada BPJS gratis dan bantuan uang zakat setiap bulannya dipotong oleh yayasan serta setiap kali pergi dengan ambulan di photo untuk di Carikan donasi dan dengan berat hati menyatakan ingin keluar dari panti jompo tersebut di samping masalah lainnya.

Demikian pula saya yang bersikap ingin selalu mengingatkan pihak yayasan dalam memperjuangkan para lansia tentang pelayanan yang kurang baik dalam menu makanan dan penanganan kesehatan justru dianggap membahayakan mereka dan akhirnya saya juga menyatakan keluar.

Demikian juga ada pula lansia yang ikut serta keluar dan beberapa orang yang masih didalam sana juga ingin keluar namun tidak berdaya. Banyak persoalan lain di dalam yayasan tersebut yang membuat mereka berontak karena akhirnya menyadari bahwa kesannya para penghuni lansia hanya di jadikan exploitasi untuk menggalang donasi guna kepentingan menguasai aset-aset dan mencari nama belaka.

Selesai

Share:

Mendapat perlawanan dari yayasan karena membantu para lansia (bag 12)

 Melihat hal yang mendasar dari menu makanan di panti jompo ini, saya mulai tergelitik untuk memahami dari sisi keuangan agar mengetahui sejauh mana tujuan dan fungsi yayasan mendapatkan sumber - sumber pendanaan yang diperoleh guna menunjang operasional dalam menampung para lansia.

Begitu saya berdialog dengan pihak pendiri yayasan, beliau mengatakan bahwa yayasan murni menggalang donasi pihak- pihak yang mempunyai kepedulian terhadap panti asuhan dan para lansia dan sama sekali tidak mengandalkan bantuan dari pemerintah.

Jadi yayasan tersebut disamping mendirikan panti jompo juga panti asuhan anak . Kemudian pendiri yayasan tidak mempunyai bisnis atau usaha yang skala besar yang bisa menopang pendanaan untuk yayasan tersebut, kalaupun ada hanya perusahaan kecil dan berhenti saat covid, yaitu persewaan sound sistem dan konveksi.

Saya sempat tercengang, bagaimana dalam waktu yang singkat yayasan ini bisa membangun sarana dan prasarana yang begitu besar dan banyak mempunyai aset baik tanah maupun gedung.

Akhirnya saya mulai paham saat searching di internet dan melihat media sosial tentang yayasan ini dan sungguh luar biasa mereka intens menggalang donasi. Saya melihat jumlah angka yang sangat besar yang dihasilkan dari salah satu aplikasi digital yang bergerak di bidang sosial maupun aplikasi media sosial dan pendonasi yang langsung datang setelah melihat profil yayasan.

Dari informasi tersebut akhirnya saya berani mengutarakan niat baik saya menyampaikan kritik dengan sopan tentang menu makanan pada lansia yang tidak memenuhi standard karena saya memandang begitu besar donasi yang diperoleh. 

Bahkan saya berniat membantu untuk ikut melakukan penggalangan dana dengan kemampuan saya di bidang media sosial dan manajemen guna meningkatkan pelayanan terhadap lansia terlantar agar bisa makan 3 kali sehari dan menu yang layak/ standard asal donasi tersebut di publikasikan secara terbuka pengunaannya melalui website agar publik atau pendonasi bisa ikut mengetahui penggunaannya.

Namun pihak pendiri yayasan tidak setuju dan justru saya mendapatkan perlawan dan mereka berusaha untuk mencari kesalahan agar bisa mengeluarkan saya dan panti tersebut

Bersambung 

Share:

Selama di panti jompo swasta di Malang (bag 11)

 Selama 9 bulan tinggal di panti jompo dan ketemu saya, banyak hal beliau bercerita termasuk mengenai anaknya yang hilang tersebut dan permasalahan di panti jompo.

Awalnya dia merasa nyaman, karena ada perawatan kakinya akibat diabetes oleh dokter yang di datangkan oleh pihak panti, dan untuk itu p Mustofa bersedia memberikan separuh haknya dari uang bantuan biaya hidup dari sebuah yayasan yang bergerak di bidang zakat sebesar Rp 150.000 per bulan.

Perlu diketahui p Mustofa ini disamping mendapatkan bantuan dari yayasan zakat sebesar Rp 300.000 per bulan, beliau juga mendapatkan fasilitas BPJS yang di biayai oleh pemerintah. Sehingga termasuk cukup beruntung di banding lansia lainnya di panti jompo.

Namun beberapa bulan kemudian, p Mustofa merasakan ada sesuatu yang berbeda dengan panti jompo tersebut, hal itu juga yang saya alami begitu pertama kali menginjakkan kaki di panti jompo ini.

Kalau dari sarana dan prasarana cukup baik dan boleh dikatakan lebih dari panti-panti lainnya, namun saat begitu jam makan tiba, saya kaget kok sangat minim sekali menunya. Kemudian saya bertanya kepada salah satu lansia disana, berapa kali makan dalam sehari, mereka menjawab 2 kali, yaitu pagi dan sore. Saya pun lebih kaget lagi, karena menu makan sudah di bawah standard dan dan hanya 2 kali dalam sehari.

Bersambung 

Share:

Rabu, 15 November 2023

Saat di pulangkan dari dinsos Jogyakarta ke asalnya kota Malang (bag 10)

 Setelah 3 tahun di dinsos Jogyakarta, beliau agak lama disana karena wabah covid, maka setelah keadaan normal kembali,pihak dinsos jogjakarta mengembalikan beliau di kota asal tujuan dinsos Malang.

Saat itu kondisi kaki beliau akibat diabetes mulai membaik dan di dinsos Malang selama kurang lebih 1 tahun, pihak dinsos berusaha mengembalikan kepada pihak keluarga. Maka beliau ditampunglah di rumah saudara nya. Saat ditampung oleh keluarga,  p Mustofa berusaha untuk mencari beberapa yayasan yang bisa membantu dirinya agar mendapatkan bantuan dalam bentuk materi agar bisa meringankan beban saudaranya. Alhamdulillah ada sebuah yayasan yang peduli membantu materi sebesar Rp 300.000 setiap bulannya.

 Beberapa bulan kemudian sepertinya pihak saudara beliau keberatan dengan keberadaan beliau dirumahnya dan dengan kesepakatan terbaik diantarlah beliau untuk ditempatkan di sebuah panti jompo swasta di kota Malang. Saya tidak menyebut nama panti jompo tersebut karena suatu alasan.

Bersambung 

Share:

Tidak terasa 15 tahun berlalu hidup di jalanan (bag 9)

 Saat meninggalkan rumah dan berpisah dengan anaknya yang masih balita tahun 2004 tidak terasa saat ini sudah menginjak tahu 2019. Usia p Mustofa genap 50 tahun. Bertahan hidup di jalanan, tidur dimana saja asal bisa merebahkan badan dan pola makan yang tidak teratur membuat kesehatan mulai menurun.

Bertahan hidup dengan merosok botol plastik bekas, kardus dan potongan besi dan lainnya asal bisa dijual serta mendapatkan belas kasihan dari orang lain tidak ada kesempatan Rizki yang berlebih agar punya kesempatan untuk mencari jejak wanita yang ditipi anaknya di stasiun Pemalang Jawa Tengah.

Setiap saat mau tidur beliau membayangkan bahwa anaknya saat ini sudah beranjak dewasa, kira2 usia 17th. Kalau sudah demikian perasaan menyesal dan bersalah selalu menghantuinya.

Akibat dari semua itu, akhirnya beliau mendapatkan luka besar di kakinya dan mengeluarkan bau busuk. Lewat perkenalan dengan seseorang yang merasa iba karena melihat keadaan beliau, maka diantarlah p Mustofa untuk periksa di puskesmas.

Dari hasil pemeriksaan dokter puskesmas setempat di wilayah kota Jogyakarta, positif beliau dinyatakan mengidap penyakit diabetes. Beruntung p Mustofa bertemu dengan orang baik, dengan kondisi yang demikian agar tidak terjadi kondisi yang lebih parah, orang baik  tersebut mengantar p Mustofa ke dinas sosial Jogyakarta agar dapat tidur lebih baik dan tidak kesulitan mendapatkan makana.

Bersambung 

Share:

Hubungi

Profil

ksn

https://rumahbahagialansia.blogspot.com

Testimoni

Video

Tik Tok

Donasi

donasi

Labels